Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ramlan Nurmatias Jawab DPRD soal Defisit APBD Bukittinggi 2027 Rp337,85 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Bukittinggi Gelar Festival Film Enam Hari, Dorong Kebangkitan Industri Perfilman Daerah

Senin, 15 Juni 2026 | 19:52 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Bukittinggi Gelar Festival Film Enam Hari, Dorong Kebangkitan Industri Perfilman Daerah
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias membuka Bukittinggi East Film Festival (BEFF) 2026 di Istana Bung Hatta, Minggu (14/6/2026). (Foto: Istimewa)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota Bukittinggi resmi menggelar Bukittinggi East Film Festival (BEFF) 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Festival film edisi perdana tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di Istana Bung Hatta, Minggu (14/6/2026).

BEFF 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 14 hingga 19 Juni 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Pedestrian Jam Gadang dengan menghadirkan sejumlah film pilihan dari negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia.

Festival tersebut tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan berbagai karya film yang mengangkat nilai seni, budaya, sejarah, dan pendidikan. Pemerintah Kota Bukittinggi berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana pembelajaran melalui media perfilman.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan penyelenggaraan BEFF merupakan salah satu agenda penting dalam memeriahkan peringatan satu abad ikon Kota Bukittinggi, Jam Gadang.


Masyarakat antusias mengikuti pembukaan Bukittinggi East Film Festival (BEFF) 2026 di Istana Bung Hatta, Minggu (14/6/2026). (Foto: Istimewa)

"Film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Melalui festival ini masyarakat dapat menikmati karya-karya film yang sarat nilai seni, budaya, dan pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memeriahkan peringatan seratus tahun Jam Gadang," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Menurut Ramlan, Bukittinggi memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu kota yang mendukung industri perfilman. Beragam kekayaan sejarah, perjuangan bangsa, pendidikan, hingga budaya lokal dinilai layak diangkat menjadi karya layar lebar maupun film dokumenter.

Ia juga mengungkapkan harapan agar dunia perfilman kembali tumbuh di Bukittinggi. Pemerintah Kota Bukittinggi, kata dia, terus berupaya menghadirkan kembali fasilitas bioskop sebagai sarana pendukung industri kreatif sekaligus ruang hiburan bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan festival, sejumlah film dijadwalkan tayang setiap hari. Film "Yasmine" dari Brunei Darussalam diputar pada 14 Juni, dilanjutkan "Harimau Tjampa" dari Indonesia pada 15 Juni, "Mencari Hajar" dari Singapura pada 16 Juni, "Negeri 5 Menara" dari Indonesia pada 17 Juni, "Raja Melewar" dari Malaysia pada 18 Juni, dan "Kulari ke Pantai" dari Indonesia pada 19 Juni 2026.

Panitia juga telah menyiapkan skema antisipasi cuaca. Apabila hujan turun saat pelaksanaan pemutaran film, seluruh kegiatan nonton bareng dan penayangan film akan dipindahkan ke Istana Bung Hatta agar tetap dapat berlangsung dengan nyaman.

Melalui penyelenggaraan perdana ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap BEFF dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat sektor pariwisata, memperluas ruang apresiasi seni, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut