Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : EBD dan A Segera Diadili dalam Kasus Tanah Adat Kapeh Panji, Berkas Dinyatakan Lengkap
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Tanah Adat Kapeh Panji: Pembelian 1944 hingga Dugaan Pemalsuan Dokumen

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:08 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Sejarah Tanah Adat Kapeh Panji: Pembelian 1944 hingga Dugaan Pemalsuan Dokumen
Masjid Jami' Kapeh Panji tempat Pangka Tuo Duo Baleh membahas penyelesaian persoalan tanah adat, termasuk pemberian kuasa kepada pihak yang ditunjuk untuk mengurus penerbitan sertifikat. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Ia juga mengaku baru mengetahui adanya dugaan pemalsuan setelah bersama masyarakat memeriksa berbagai dokumen pertanahan yang telah diterbitkan.

Sementara itu, pada persidangan berikutnya, saksi Endah Budi Dharma menerangkan bahwa penyusunan surat pelepasan hak dilakukan sebagai bagian dari proses administrasi yang, menurut keterangannya, disepakati bersama dan mengikuti arahan dalam proses pengurusan sertifikat.

Namun, Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan isi surat tersebut karena memuat keterangan bahwa sejumlah pihak, termasuk terdakwa, merupakan penggarap tanah.

Menurut JPU, fakta tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sebagaimana terungkap dalam persidangan.


Maradona SH dan Endah Budi Dharma memberikan kesaksian pada sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan tanda tangan terkait tanah adat Kapeh Panji di Pengadilan Negeri Payakumbuh. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Perbedaan keterangan juga muncul ketika terdakwa Afrizal Sutan Rumah Tinggi membantah pernyataan Endah Budi Dharma mengenai dugaan penerimaan uang hasil penjualan salah satu sertifikat.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa menyatakan tidak pernah menerima uang sebagaimana diterangkan saksi.

Afrizal juga menyebut Endah Budi Dharma sebagai pihak yang memperkenalkannya kepada Hamzah dan Al Hafiz serta mengatur proses pengurusan tanah.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut