Karhutla Kembali Terjadi di Limapuluh Kota, 5,5 Hektare Lahan Terbakar
LIMAPULUH KOTA,inews Padang.id — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Dalam empat bulan terakhir, kebakaran telah berulang di sejumlah wilayah dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 5,5 hektare.
Kejadian terbaru berlangsung di lahan kosong milik masyarakat di Jorong Taratak, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 00.10 WIB.
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api dalam kejadian tersebut membakar lahan sekitar 5.000 meter persegi atau 0,5 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, mengatakan kejadian tersebut menambah daftar Karhutla yang terjadi sejak Juni 2026.
“Untuk peristiwa Karhutla sejak Juni lalu hingga saat ini terdapat enam kali. Kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi di berbagai nagari di Kecamatan Harau. Total lahan yang terbakar mencapai 5,5 hektare,” kata Zaimar, Rabu (9/9/2026.
Menurut Zaimar, kebakaran tidak hanya terjadi di satu lokasi. Sejumlah nagari di Kecamatan Harau tercatat mengalami kejadian serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Karhutla pertama dilaporkan terjadi di Nagari Sarilamak pada 6 Juni 2026. Kebakaran kembali terjadi di nagari tersebut pada 8 Agustus.
Selanjutnya, pada 13 Agustus, kebakaran terjadi di Nagari Solok Bio-Bio dengan luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektare.
Kebakaran kembali dilaporkan di Nagari Gurun pada 5 September. Empat hari berselang, api kembali muncul di Nagari Sarilamak.
“Terakhir terjadi tadi malam di Nagari Sarilamak,” ujarnya.
Rangkaian kejadian tersebut membuat BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam aktivitas yang menggunakan api di sekitar lahan terbuka.
Warga Diminta Tidak Bakar Lahan.
Zaimar mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka ataupun membersihkan lahan.
Imbauan tersebut dinilai semakin penting di tengah kondisi udara yang masih diselimuti kabut asap. Pembakaran lahan secara sembarangan dikhawatirkan memperburuk kondisi udara sekaligus meningkatkan risiko api meluas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan, apalagi saat ini kabut asap sangat tebal. Jangan melakukan hal-hal yang melanggar aturan dan merugikan orang banyak,” katanya.
BPBD Limapuluh Kota juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran lahan.
Editor: Agung Sulistyo