Tiga Desa Wisata Sumbar Tawarkan Budaya, Kuliner dan Pengalaman Ramah Muslim
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan edukasi ekonomi di sentra bordir dan pengenalan proses pengupasan kemiri secara tradisional. Peserta kemudian menaiki bendi menuju galeri adat untuk melihat pelaminan khas Minangkabau dan proses pembuatan tas rajut.
Di destinasi yang dikenal dengan kerupuk sanjainya tersebut, rombongan juga mengikuti kegiatan memetik singkong langsung di kebun dan mengunjungi dapur produksi untuk mempelajari proses pembuatan karupuak sanjai.
Pengalaman wisata ditutup dengan makan bajamba di balairung, demonstrasi memasak onde-onde dan pisang kapik, serta permainan tradisional lomba tangkelek panjang.
“Beragam aktivitas tersebut memperlihatkan potensi Kampung Wisata Sanjai dalam memadukan kuliner, kerajinan, tradisi, dan kegiatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari pengalaman wisata desa,” ungkap Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Sanjai, Prof. Sukmareni Neng.

Pada Jumat (9/10/2026), rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Koto Gadang, Kabupaten Agam. Peserta disambut pertunjukan silat oleh pesilat laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok usia.
Di desa tersebut, peserta mengunjungi museum untuk mengenal sejarah Koto Gadang, termasuk kisah sejumlah tokoh yang berasal dari daerah itu, seperti H. Agus Salim, Sutan Sjahrir, dan Rohana Kudus.
Rombongan kemudian berkeliling kawasan pusaka menggunakan kendaraan baggy sebelum mengunjungi sentra kerajinan perak. Ketua Pokdarwis Koto Gadang, Jurian Andika, mengatkan, selain melihat proses pembuatan perhiasan dan kerajinan, peserta juga berkesempatan mencoba langsung aktivitas tersebut.
Editor: Wahyu Sikumbang