Densus 88 Fasilitasi Transformasi Ideologi Eks Jamaah Islamiyah di Sumbar
Fathur juga menyebut dirinya pernah menjabat sebagai Ketua FKPP Jamaah Islamiyah Sumatera Barat. Ia dikenal sebagai pemilik usaha Rabbani Herbal di Bukittinggi.
Dalam sambutannya, Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Sumatera Barat Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Jim Brilliant Birnes, S.I.K., mengatakan transformasi ideologi tidak hanya berkaitan dengan perubahan pandangan, tetapi juga proses membangun kesadaran baru dan memperkuat komitmen kebangsaan.
Menurut Jim, pendekatan yang digunakan mengedepankan dialog dan proses berkelanjutan dengan tetap menghormati nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan hukum.
“Kami ingin membangun sebuah ruang yang memungkinkan kita untuk saling berdialog, saling mendengarkan, dan saling memahami. Tidak ada upaya untuk menghakimi masa lalu, yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama menghadapi masa depan dengan kesadaran yang lebih baik,” katanya.

Ia menjelaskan, pemahaman wasathiyah menekankan sikap tengah, moderat, adil, dan seimbang. Sikap tersebut, menurut dia, bukan berarti mencampuradukkan atau melemahkan keyakinan agama, melainkan menghargai perbedaan dan menciptakan kedamaian.
Jim juga menekankan pentingnya menempatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menolak penggunaan kekerasan.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, AP, M.Si., yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, membuka kegiatan tersebut.
Editor: Wahyu Sikumbang