Densus 88 Fasilitasi Transformasi Ideologi Eks Jamaah Islamiyah di Sumbar
Mursalim mengatakan kegiatan transformasi ideologi merupakan bagian dari upaya bersama menjaga persatuan dan mencegah berkembangnya paham yang membenarkan kekerasan.
“Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa negara juga hadir untuk membina, mendampingi, merangkum, dan membuka jalan bagi pemulihan serta perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Mursalim.
Ia menegaskan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa, menimbulkan ketakutan, menghancurkan keluarga, dan merusak kehidupan masyarakat tidak dapat dibenarkan atas nama agama, ideologi, maupun kepentingan kelompok.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Prof. Dr. Ismail Novel, M.Ag., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan prinsip Islam wasathiyah sejalan dengan orientasi gerakan Muhammadiyah yang menekankan sikap moderat dan menghindari ekstremisme.

Menurut Ismail, upaya merangkul berbagai elemen umat Islam untuk memperkuat pemahaman kebangsaan dan menerima Pancasila sebagai dasar negara penting bagi kehidupan berbangsa dan perkembangan Islam di Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Bukittinggi, Korem 032/Wirabraja, Polda Sumatera Barat, Polresta Bukittinggi, Kodim 0304/Agam, Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Nahdlatul Ulama.
Agenda kegiatan meliputi pemutaran film refleksi satu tahun pembubaran Jamaah Islamiyah, pemaparan Rumah Wasathiyah, penyampaian materi pemecahan masalah oleh Muhandis Para Wijayanto dan tim, serta diskusi interaktif bersama peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan perumusan poin-poin diskusi, pengisian kuesioner, dan penutupan.
Editor: Wahyu Sikumbang