Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dinyatakan Meninggal Padahal Hidup, Lansia Korban Galodo Agam Kesulitan Berobat dan Akses Bantuan
Advertisement . Scroll to see content

Syamsidar Masih Hidup tetapi Tercatat Meninggal, Keluarga Berharap Vasko Bantu Pemulihan Hak

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:53 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Syamsidar Masih Hidup tetapi Tercatat Meninggal, Keluarga Berharap Vasko Bantu Pemulihan Hak
Erma Fetrina menunjukkan Berita Acara Pembatalan Akta Kematian yang diterbitkan Disdukcapil Kabupaten Agam pada 29 Januari 2026. Keluarga menyebut akses layanan kesehatan dan bantuan sosial ibunya belum sepenuhnya pulih. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Namun, menurut Erma, pembaruan dokumen tersebut belum menyelesaikan seluruh persoalan. Ia menyebut keluarga masih mengalami kendala dalam mengurus bantuan sosial dan bantuan stimulan hibah relokasi mandiri untuk membangun kembali rumah ibunya yang hancur akibat galodo.

Dalam data yang disampaikan keluarga, Syamsidar tercantum pada nomor urut 1086 dalam Keputusan Bupati Agam Nomor 114 Tahun 2026 sebagai penerima bantuan stimulan hibah relokasi mandiri rumah terdampak bencana. Meski demikian, Erma mengatakan bantuan tersebut belum diterima.

Sementara itu, bantuan PKH sebesar Rp600.000 terakhir diterima untuk periode Januari–Maret 2026. Pada periode April–Juni 2026, status transaksi bantuan Syamsidar disebut berubah menjadi exclude atau individu tidak ditemukan, yang menurut data keluarga berkaitan dengan persoalan sinkronisasi setelah status kematiannya terlanjur tercatat.

Erma mengaku telah mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut melalui sejumlah instansi. Namun, ia mengatakan masih menghadapi kendala ketika berkoordinasi dengan Disdukcapil, pemerintah nagari, dan Dinas Sosial.

Kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana juga menjadi pertimbangan ketika harus memenuhi kebutuhan perawatan Syamsidar. Erma mengatakan ibunya membutuhkan obat-obatan, popok dewasa, dan kebutuhan sehari-hari selama menjalani perawatan.


Erma Fetrina memperlihatkan Kartu Keluarga dan KTP ibunya, Syamsidar (77), yang sempat tercatat meninggal dunia dalam sistem kependudukan meski masih hidup. Syamsidar kini dirawat di rumah Erma di Bukik Batabuah, Agam. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Ia berharap pemerintah dapat membantu memastikan data kependudukan ibunya telah pulih di seluruh sistem terkait sehingga akses layanan kesehatan dan bantuan sosial bisa kembali berjalan.

Erma secara khusus berharap dapat bertemu dengan Vasko Ruseimy atau memperoleh bantuan untuk memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut.

"Saya melihat Pak Vasko di media sosial jiwa kemasyarakatannya sangat besar. Saya sangat berharap bisa bertemu langsung atau dibantu oleh Pak Vasko agar data Amak hidup kembali dan hak-haknya sebagai korban bencana bisa didapatkan," kata Erma.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut