Syamsidar Masih Hidup tetapi Tercatat Meninggal, Keluarga Berharap Vasko Bantu Pemulihan Hak
Namun, menurut Erma, pembaruan dokumen tersebut belum menyelesaikan seluruh persoalan. Ia menyebut keluarga masih mengalami kendala dalam mengurus bantuan sosial dan bantuan stimulan hibah relokasi mandiri untuk membangun kembali rumah ibunya yang hancur akibat galodo.
Dalam data yang disampaikan keluarga, Syamsidar tercantum pada nomor urut 1086 dalam Keputusan Bupati Agam Nomor 114 Tahun 2026 sebagai penerima bantuan stimulan hibah relokasi mandiri rumah terdampak bencana. Meski demikian, Erma mengatakan bantuan tersebut belum diterima.
Sementara itu, bantuan PKH sebesar Rp600.000 terakhir diterima untuk periode Januari–Maret 2026. Pada periode April–Juni 2026, status transaksi bantuan Syamsidar disebut berubah menjadi exclude atau individu tidak ditemukan, yang menurut data keluarga berkaitan dengan persoalan sinkronisasi setelah status kematiannya terlanjur tercatat.
Erma mengaku telah mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut melalui sejumlah instansi. Namun, ia mengatakan masih menghadapi kendala ketika berkoordinasi dengan Disdukcapil, pemerintah nagari, dan Dinas Sosial.
Kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana juga menjadi pertimbangan ketika harus memenuhi kebutuhan perawatan Syamsidar. Erma mengatakan ibunya membutuhkan obat-obatan, popok dewasa, dan kebutuhan sehari-hari selama menjalani perawatan.

Ia berharap pemerintah dapat membantu memastikan data kependudukan ibunya telah pulih di seluruh sistem terkait sehingga akses layanan kesehatan dan bantuan sosial bisa kembali berjalan.
Erma secara khusus berharap dapat bertemu dengan Vasko Ruseimy atau memperoleh bantuan untuk memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut.
"Saya melihat Pak Vasko di media sosial jiwa kemasyarakatannya sangat besar. Saya sangat berharap bisa bertemu langsung atau dibantu oleh Pak Vasko agar data Amak hidup kembali dan hak-haknya sebagai korban bencana bisa didapatkan," kata Erma.
Editor: Wahyu Sikumbang