Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kesiapan Venue Jadi Sorotan dalam Pertandingan Panjat Tebing Porprov XVI
Advertisement . Scroll to see content

HICFEST Harau Tembus Kalender UIAA, Sumbar Bidik Panggung Panjat Tebing Dunia

Kamis, 05 November 2026 | 19:37 WIB
  • author Agung Sulistyo
HICFEST Harau Tembus Kalender UIAA, Sumbar Bidik Panggung Panjat Tebing Dunia
Stave Long, Master Rock Climbing, Educator and Author asal Inggris, memberikan arahan kepada peserta dalam kegiatan Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 di Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

LIMAPULUH KOTA,iNewsPadang.id – Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, berpeluang semakin diperhitungkan dalam peta olahraga panjat tebing internasional. Harau International Climbing Festival (HICFEST) dipastikan masuk dalam kalender agenda rutin Union Internationale des Associations d'Alpinisme (UIAA), organisasi internasional yang menaungi olahraga pendakian dan panjat tebing.

Kepastian tersebut menjadi capaian penting bagi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumatera Barat dalam mendorong olahraga panjat tebing alam sekaligus memperluas promosi pariwisata daerah ke tingkat global.

Ketua FPTI Pengprov Sumatera Barat, Zuhrizul, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari Robertus Robert, Kabid Panjat Tebing Alam dan Rekreasi PP FPTI, yang menghadiri kongres UIAA di Kathmandu, Nepal.

Dalam forum internasional tersebut, penyelenggaraan HICFEST mendapat respons positif dari Presiden UIAA, Peter Muir, beserta peserta kongres.

"Sudah resmi masuk kalender iven UIAA. Ke depan, agenda HICFEST diselenggarakan 2 tahun sekali. Kita akan kumpulkan seluruh climber dunia di Lembah Harau. Dengan begitu, gaung pariwisata Sumatera Barat akan semakin mendunia dan mendatangkan lebih banyak dukungan," ujar Zuhrizul, Rabu (4/11/2026).

Masuknya HICFEST ke kalender internasional membuka peluang bagi Lembah Harau untuk menjadi salah satu destinasi penting bagi komunitas pemanjat tebing dunia. Dengan penyelenggaraan setiap dua tahun, ajang ini diharapkan mampu membangun daya tarik kompetisi sekaligus menjaga kesinambungan promosi olahraga dan pariwisata Sumatera Barat.

Tidak hanya membidik pengakuan internasional, FPTI Sumbar juga ingin memperluas basis penggemar olahraga panjat tebing. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan jalur pemanjatan yang dapat diakses oleh pemula hingga anak-anak.

Bersama tim route setter profesional, FPTI Sumbar telah menyiapkan sejumlah jalur dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta.

Inovasi tersebut diharapkan mengubah pandangan bahwa panjat tebing merupakan olahraga ekstrem yang hanya bisa dinikmati atlet profesional atau kalangan tertentu.

"Pasca masuk dalam kalender iven UIAA, ke depan kita ingin panjat tebing bukan cuma bagi mereka yang profesional. Anak-anak pun bisa menikmatinya. Kita proyeksikan akan semakin banyak orang tua yang membawa anak-anaknya berwisata dan mengenalkan karena tim pembuat jalur kita telah menyiapkan rute yang ramah bagi pemula dan anak-anak," jelas Zuhrizul.

Konsep ini sekaligus menjadi strategi untuk mengembangkan wisata keluarga di Lembah Harau. Pengunjung tidak hanya disuguhi panorama tebing batu yang menjadi ikon kawasan tersebut, tetapi juga mendapat kesempatan mencoba aktivitas olahraga luar ruang.

Melalui konsep sport tourism, FPTI Sumbar berharap HICFEST mampu memberikan dampak lebih luas terhadap kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejak resmi dibuka pada Selasa malam, 3 November 2026, festival ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Lembah Harau kepada komunitas olahraga internasional.

FPTI Sumbar juga menargetkan kawasan tersebut berkembang menjadi pusat atau hub olahraga panjat tebing alam di wilayah Sumatera.

Kombinasi karakter tebing alam, fasilitas pemanjatan, jalur yang inklusif, serta penyelenggaraan festival berskala internasional setiap dua tahun menjadi modal untuk memperkuat posisi Lembah Harau sebagai destinasi sport tourism unggulan.

HICFEST 2026 sendiri merupakan inisiasi FPTI Sumatera Barat bersama Pengurus Pusat FPTI. Festival yang berlangsung pada 3-7 November 2026 ini diikuti 110 peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia dan berbagai negara, di antaranya China, Vanuatu, Malaysia, Bangladesh, dan Nigeria.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi panjat tebing internasional, seperti Stave Long, Master Rock Climbing, Educator and Author asal Inggris; Prof. Mohd Salleh Aman, akademisi dan profesional olahraga dari University Malaysia; serta Harry Suliztiarto dan Kang Mamay S. Salim yang dikenal sebagai tokoh senior panjat tebing Indonesia.

Dengan masuknya HICFEST ke kalender UIAA, Sumatera Barat kini memiliki peluang lebih besar untuk mempertemukan atlet, komunitas, dan pecinta panjat tebing dari berbagai negara. Lembah Harau pun tidak sekadar menjadi lokasi festival, tetapi diproyeksikan sebagai salah satu panggung penting perkembangan panjat tebing alam di kawasan regional.

Editor: Agung Sulistyo

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut