Masuk Lima Besar, Pemko Bukittinggi Jalani Visitasi Anugerah Keterbukaan Informasi 2026
BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat melakukan visitasi ke Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dalam rangka penilaian Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2026. Dalam tahapan tersebut, tim verifikator memeriksa kesesuaian data kuesioner dengan kondisi serta bukti fisik pelayanan informasi di lingkungan pemerintah daerah.
Visitasi berlangsung di Ruang Pertemuan Balai Kota Bukittinggi, Kamis (5/11/2026). Pemko Bukittinggi menjadi salah satu dari lima badan publik yang masuk dalam kategori pemerintah kabupaten/kota pada tahapan penilaian tersebut.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Upaya itu dilakukan melalui penguatan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta peningkatan akses masyarakat terhadap informasi pemerintahan.
"Kita akan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik untuk menciptakan pemerintahan yang transparan. Apa pun informasi yang dibutuhkan masyarakat, akan kita berikan, sesuai aturan yang berlaku. Kalau itu hak publik dan sesuai aturan bisa kita sampaikan, tentu kita sampaikan," ungkap Ramlan.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat Idham Fadhli menjelaskan, visitasi merupakan tahapan verifikasi faktual terhadap badan publik yang masuk lima besar pada masing-masing kategori.
Menurutnya, tim verifikator akan mencocokkan isian kuesioner dengan kondisi aktual dan bukti fisik yang tersedia di lapangan. Tahapan ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi oleh badan publik.
Idham juga menjelaskan, Komisi Informasi memiliki tiga tugas utama, yakni menerima, memeriksa, dan memutus sengketa informasi; menetapkan standar layanan informasi; serta melakukan evaluasi terhadap badan publik dalam hal transparansi dan tata kelola informasi.
Editor: Wahyu Sikumbang