Banjir Terjang Kota Padang, Akses Jalan Batu Busuak Terputus Dihantam Derasnya Air

Budi Sunandar
Jalan sepanjang 50 meter amblas di daerah koto tuo pauh akibat banjir susulan. Foto iNews.id

PADANG, iNewsPadang.id​ -  Bencana banjir susulan kembali menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (2/1/2026) dini hari. Akibatnya, akses jalan utama di daerah Koto Tuo, Kecamatan Pauh, putus total setelah badan jalan amblas dihantam derasnya arus sungai. Kondisi ini menyebabkan ratusan warga di wilayah Batu Busuak kini terisolasi.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan yang menjadi urat nadi penghubung antara Koto Tuo dan Batu Busuak tersebut amblas sepanjang kurang lebih 50 meter. Material jalan tampak habis terkikis oleh luapan Sungai Batang Kuranji yang mengalami kenaikan debit air secara drastis.

 

​Kronologi Kejadian

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Kecamatan Pauh sejak Kamis (1/1/2026) malam hingga Jumat pagi menjadi pemicu utama. Luapan air sungai yang sangat deras langsung menghantam tebing jalan hingga mengakibatkan abrasi parah yang memutus akses transportasi.

​"Jalan ini satu-satunya akses kami. Sekarang amblas total sekitar 50 meter, jadi kendaraan sama sekali tidak bisa lewat, bahkan untuk pejalan kaki pun sangat berisiko," ujar Danil, salah seorang warga setempat di lokasi kejadian.

​Warga Terisolasi

Dampak dari putusnya jalan ini, setidaknya sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di daerah Batu Busuak kini terisolir. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga lumpuh total karena tidak ada jalur alternatif yang bisa ditempuh.

​Hingga berita ini diturunkan, belum tampak adanya upaya penanganan darurat atau kehadiran alat berat dari pihak terkait di lokasi amblasnya jalan. Warga sangat mengkhawatirkan kondisi ini, terutama jika terjadi keadaan darurat medis di wilayah yang terisolasi tersebut.

 

​Harapan Warga

Warga mendesak Pemerintah Kota Padang dan pihak BPBD segera turun tangan untuk setidaknya membuat jembatan darurat atau akses sementara agar pasokan logistik dan mobilitas warga kembali berjalan.

​"Kami berharap pemerintah segera merespons. Kami di sini terjebak, tidak bisa bekerja dan stok makanan terbatas jika akses ini dibiarkan lama terputus," pungkas Danil.

​Kondisi cuaca di lokasi saat ini masih terpantau hujan dengan intensitas tinggi, dan warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan maupun longsor tambahan.

Editor : Budi Sunandar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network