Aiman Witjaksono: PWI Bersatu, Pers Harus Kritis Kejar Target Indonesia 2034

Wahyu Sikumbang
Aiman Witjaksono memberikan keterangan kepada perwakilan wartawan Bukittinggi Press Club (BPC) di sela kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu (8/2/2026). Foto: Istimewa

BANTEN, iNEWSPadang.ID — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus wartawan senior nasional, Aiman Witjaksono, menanggapi kembali bersatunya PWI setelah sempat dilanda dualisme organisasi. Ia menilai persatuan wartawan menjadi prasyarat penting agar pers dapat berperan optimal dalam mengawal arah pembangunan nasional.

Aiman yang juga menjabat Wakil Ketua Departemen Hukum dan HAM PWI Pusat menegaskan bahwa wartawan pada hakikatnya memang memiliki pandangan yang dinamis. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak berujung pada perpecahan organisasi.

“Memang seharusnya wartawan itu satu organisasi, dalam artian PWI ini tidak terpecah. Bahwa ada pemikiran-pemikiran yang dinamis itu sudah fitrahnya wartawan,” kata Aiman saat ditemui di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan tidaklah ringan. Karena itu, ia menekankan pentingnya PWI yang solid agar wartawan dapat bersama-sama mengambil peran strategis. “PWI dalam hal ini adalah PWI yang solid, karena bagaimanapun juga tantangan kita kedepan tidak ringan. Sama-sama kita punya tujuan untuk memajukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Aiman juga menyoroti proyeksi demografi Indonesia yang dinilainya memasuki titik krusial pada 2034. Setelah periode tersebut, jumlah penduduk usia produktif diperkirakan akan menurun seiring menua-nya generasi muda saat ini. Kondisi ini, kata dia, menjadi batas waktu yang tidak bisa ditawar.

“Jadi sampai 2034 itu harus kita kejar. Kalau tidak, maka lewat dari itu kita tidak bisa mengejar. Indonesia akan masuk ke dalam jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap,” katanya.

Ia menambahkan, peluang Indonesia untuk menjadi negara maju akan semakin kecil jika momentum tersebut terlewat. Oleh karena itu, pers dan wartawan diminta turut bahu-membahu mendorong kemajuan bangsa sesuai peran dan fungsinya. “Untuk menjadi negara maju itu hampir mustahil kalau tidak dikejar 2034. Oleh karena itu tidak ada pilihan, maka Indonesia harus mengejar itu dan wartawan, pers, itu harus bahu-membahu untuk memajukan Indonesia dengan caranya,” ujar Aiman.

Editor : Wahyu Sikumbang

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network