PADANG PARIAMAN,inews Padang.id-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menggelar operasi modifikasi cuaca di wilayah Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung percepatan penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, serta pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak,Jumat (2/1/2026)
Operasi modifikasi cuaca (OMC) tersebut difokuskan pada wilayah rawan bencana dengan tujuan mengurangi intensitas hujan. Dengan kondisi cuaca yang lebih terkendali, proses tanggap darurat, perbaikan fasilitas umum, dan pembangunan huntara diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan aman.
BMKG menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan melalui teknik penyemaian awan menggunakan pesawat khusus. Dalam setiap sorti penerbangan, pesawat membawa bahan semai dengan muatan hingga satu ton yang disebarkan pada titik-titik potensial pertumbuhan awan hujan berdasarkan analisis meteorologi.
“Operasi ini dirancang untuk mengendalikan curah hujan pada waktu dan wilayah tertentu. Semua langkah dilakukan berdasarkan kajian ilmiah dan pemantauan cuaca secara real time,” ujar Fikri M Nur dari Kedeputian Bidang Modifikasi Cuaca BMKG.
Pelaksanaan operasi tidak hanya dilakukan pada siang hari, namun juga pada malam hari, menyesuaikan dengan dinamika pertumbuhan dan pergerakan awan di wilayah Sumatera Barat. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar operasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dari sisi penerbangan, tantangan utama datang dari faktor cuaca dan keterbatasan waktu. Pilot dan operator harus bergerak cepat agar penyemaian awan dilakukan sebelum awan berkembang menjadi hujan berintensitas tinggi.
“Timing sangat krusial. Kami harus berpacu dengan perkembangan awan di udara, sehingga keputusan penerbangan harus cepat dan presisi,” kata Capt. Ignatius Amardio, pilot operator OMC.
BMKG memastikan operasi modifikasi cuaca akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan dan hasil evaluasi lapangan. Bersama BNPB dan pemerintah daerah, BMKG juga melakukan koordinasi intensif untuk memastikan penanganan bencana dan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat berjalan optimal.
Editor : Agung Sulistyo
Artikel Terkait
