Hal senada disampaikan Bupati Agam Benni Warlis. Ia menyebut pemakaman hari ini merupakan bagian dari penanganan korban yang telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
“Hari ini kita telah memakamkan saudara kita korban yang terakhir dari yang teridentifikasi dari rumah sakit bersama DVI Polri. Artinya semua identifikasinya sudah ada, tinggal kita menunggu disesuaikan dengan keluarga-keluarganya nanti yang datang,” katanya.
Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Agam menyiapkan peti mati, papan bunga, serta papan tanda pengenal dengan label khusus.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan pencatatan dan penelusuran data jenazah apabila di kemudian hari proses identifikasi lanjutan berhasil memastikan kecocokan dengan pihak keluarga.
Enam peti jenazah berisi potongan tubuh korban banjir bandang Palembayan dimakamkan dalam satu liang di TPU Pemkab Agam, Lubuk Basung, Rabu (7/1/2026). Foto: Wahyu Sikumbang
Prosesi pemakaman dihadiri jajaran Polda Sumbar, Pemerintah Kabupaten Agam, tim RSUD Lubuk Basung, serta warga setempat.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data hingga 6 Januari 2026 pukul 23.30 WIB, banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 tercatat menyebabkan 165 orang meninggal dunia, 37 orang masih dinyatakan hilang, tiga orang menjalani perawatan, serta 3.246 warga mengungsi.
Secara keseluruhan di Sumatera Barat, total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 253 orang, dengan 222 jenazah telah teridentifikasi dan 31 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
