PVMBG Perbarui Data Marapi, Satu Letusan dan Sejumlah Gempa Tercatat Sehari Penuh

Wahyu Sikumbang
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi memantau data kegempaan dan visual letusan melalui layar monitor, sebagai bagian dari laporan aktivitas MAGMA-VAR PVMBG periode Rabu (14/1/2026). Foto: Wahyu Sikumbang

BUKITTINGGI, iNEWSPadang.ID — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis laporan terbaru aktivitas Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, untuk periode pengamatan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

Dalam laporan MAGMA-VAR tersebut, Marapi tercatat mengalami satu kali letusan dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.600 meter dari puncak.

Secara visual, gunung terlihat cukup jelas meski sempat tertutup kabut tipis hingga sedang. Letusan teramati mengeluarkan kolom asap berwarna kelabu, sementara sepanjang periode pengamatan tidak terpantau asap kawah sebelum kejadian.

Kondisi meteorologi di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur.


Penampakan Gunung Marapi terekam CCTV Pos PGA Marapi pada pukul 05.56 WIB, Kamis pagi, saat kondisi visual gunung terlihat jelas tanpa kabut. Foto: PVMBG

Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat satu gempa letusan dengan amplitudo maksimum 28,6 millimeter dan durasi sekitar 31 detik. Selain itu, terekam pula satu kejadian tremor non-harmonik dengan amplitudo 7,4 millimeter, dua gempa tektonik lokal, serta dua gempa tektonik jauh.

Tremor menerus atau microtremor juga tercatat stabil dengan amplitudo dominan sekitar 1 millimeter.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Marapi PVMBG Bukittinggi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut masih menunjukkan dinamika kegunungapian yang perlu diwaspadai.

“Aktivitas Marapi masih berada pada Level II atau Waspada, sehingga rekomendasi keselamatan tetap harus dipatuhi,” ujarnya dalam laporan resmi yang disusun dari Pos PGA Marapi, pukul 00:00 WIB, Kamis (15/01/2026).

PVMBG menegaskan masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek.

Warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai berhulu di puncak Marapi juga diminta tetap waspada terhadap potensi lahar, terutama saat hujan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan saluran pernapasan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network