AGAM, iNEWSPadang.ID — Rasa syukur menyelimuti warga Jorong Salimpaung, Nagari Malalak Utara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah Jembatan Armco yang menjadi urat nadi mobilitas mereka selesai dibangun dan dapat dilewati.
Jembatan sebelumnya yang ada di sini hanyut diterjang galodo atau banjir bandang pada 27 November 2025, membuat warga terisolasi dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Ilham, warga Salimpaung, mengaku lega dan bahagia melihat akses utama kampungnya kembali tersambung. “Jembatan ini penghubung antara masyarakat kami dari Salimpaung ke Koto Andaleh. Ini jalur utama, jalan kabupaten,” katanya.
Menurut Ilham, jembatan lama terseret arus galodo hingga ke hilir, sementara longsor terjadi di berbagai titik. “Kami sempat terisolasi. Di sini sebulan tidak bisa ditempuh. Di Malalak Utara ada tiga jembatan putus dan longsor di sekitar 16 titik,” ujarnya.
Jembatan penghubung Jorong Salimpaung dengan Jorong Koto Andaleh terlihat dari atas, Jumat (16/1). Warga bersyukur dengan pulihnya akses utama pascagalodo. Foto: Istimewa
Dalam kondisi darurat, warga membangun jembatan sementara dari batang pohon kelapa yang hanya bertahan sekitar satu minggu. Meski sangat terbatas, jalur darurat itu menjadi satu-satunya harapan untuk menuju kantor camat dan akses ke Pariaman. “Alhamdulillah, meski seadanya, waktu itu masih bisa dilewati,” kenang Ilham.
Kini, dengan berdirinya jembatan Armco berstruktur lebih kuat, warga kembali merasa aman melintas. Jembatan ini menghubungkan Jorong Salimpaung dan Jorong Koto Andaleh, sekaligus membuka kembali konektivitas antarkecamatan.
Namun, Ilham berharap perhatian juga diberikan pada jembatan lain yang kondisinya mengkhawatirkan. “Di jalan ke Koto Andaleh ada jembatan Batang Sariak, kaki-kakinya sudah digerus air sebelah. Kami ragu melintas, sebaiknya dibuat bronjong atau jembatan baru,” ujarnya.
Rasa syukur juga disampaikan Muzahar Sutan Batuah, warga setempat yang merasakan langsung dampak kehadiran TNI di kampungnya. Ia menilai dukungan aparat memberi semangat bagi warga untuk bangkit bersama. “Kami bersyukur kepada Allah dengan masuknya TNI ke kampung kami. Kami merasa di-support dan termotivasi untuk bergotong royong,” katanya. Ia menambahkan, akses jalan yang sempat terputus kini kembali tersambung dalam waktu sekitar 20 hari, termasuk perbaikan jaringan air bersih yang rusak akibat longsor dan jembatan putus.
Syukuran penggunaan jembatan dipimpin Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Machfud didampingi Dandim 0304/ Agam Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, S.I.P pada Jumat (16/1). Ia menegaskan pembangunan jembatan merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana. “Keberadaan jembatan ini tidak sekadar sebagai penghubung, tetapi langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Armco di Malalak merupakan hasil sinergi TNI, Pemerintah Daerah, dan partisipasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Agam mengapresiasi kontribusi Korem 032/Wirabraja yang dinilai membantu mempercepat pemulihan akses dan mendukung pergerakan ekonomi warga, terutama distribusi hasil pertanian.
Peresmian jembatan ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, disaksikan unsur Forkopimda, Kodim 0304/Agam, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias. Bagi warga Malalak, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan dan kebangkitan setelah dilanda bencana.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
