Dalam konteks peran pers, Aiman mengingatkan agar wartawan tidak terjebak pada sikap patuh tanpa kritik. Ia menegaskan, jurnalisme justru harus hadir sebagai pengingat kekuasaan agar tetap berada di jalur yang benar. “Sekali lagi bukan dengan cara misalnya membebek penguasa, justru tetap harus mengingatkan supaya kembali ke jalur yang benar. Jadi memajukan bangsa Indonesia dengan nilai-nilai jurnalisme,” katanya.
Lebih jauh, Aiman menekankan bahwa sikap kritis merupakan fondasi yang tidak boleh ditinggalkan oleh wartawan. Menurutnya, pembangunan bangsa membutuhkan nalar yang tajam dan analisis berbasis data serta fakta. “Karena bagaimanapun juga untuk membangun bangsa tadi membutuhkan akal yang menyala. Akal yang menyala itu didapat dari kekritisan. Bukan sekadar berbicara, tapi punya data, punya fakta, punya logika, dan darinya muncul analisa,” pungkasnya.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
