Jalan Amblas dan Longsor Isolasi Ribuan Warga Situjuah Ladang Laweh

Agung Sulistyo
Kondisi jalan utama di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kabupaten Limapuluh Kota, yang amblas membentuk lubang menyerupai sinkhole akibat hujan deras dan longsor.

LIMAPULUH KOTA,iNewsPadang.id-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sejak Selasa (12/5/2026) sore hingga Rabu (13/5/2026) dini hari memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Longsor, banjir, dan tanah amblas dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menghambat aktivitas masyarakat.

Dampak paling parah terjadi di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Akses utama menuju nagari tersebut terputus setelah badan jalan amblas membentuk lubang besar menyerupai sinkhole dan tertutup material longsor.

Akibat kondisi itu, sekitar 600 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa dilaporkan terisolasi karena kendaraan tidak dapat melintas.

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang meninjau lokasi bencana pada Rabu pagi meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan darurat.

“Kita minta pemda segera melakukan langkah tanggap darurat. Mulai dari kaji cepat lokasi dan kerusakan bencana, penyelamatan dan evakuasi, pembersihan lokasi, sampai pemenuhan kebutuhan dasar warga yang melakukan evakuasi secara mandiri,” kata Fajar.

Ia juga mendorong pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat apabila dampak bencana semakin meluas dan kebutuhan penanganan terus meningkat.

Menurut Fajar, penetapan status tersebut penting agar penggunaan dana tak terduga dalam APBD 2026 dapat dilakukan lebih cepat, termasuk memudahkan distribusi bantuan dari berbagai pihak.

Selain Situjuah Ladang Laweh, bencana serupa juga terjadi di Nagari Tungkar. Sejumlah warga di wilayah tersebut dilaporkan mengungsi akibat banjir dan longsor.

Sementara itu, meluapnya aliran Batang Sandir atau Batang Air Pondam yang bermuara ke Batang Agam di wilayah Payakumbuh turut merendam lahan pertanian warga serta merusak kawasan lubuk ikan larangan.

Fajar mengatakan pemerintah nagari dan kecamatan saat ini masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian akibat bencana yang terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa hanya dilakukan saat musibah terjadi, tetapi juga harus dibarengi dengan langkah mitigasi dan penanganan jangka panjang.

“Banyak pakar dan ahli lingkungan sudah menyebut bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi di Limapuluh Kota bukan hanya masalah lokal, tetapi terkait dengan ekosistem dan anomali iklim. Maka harus ada penanganan jangka panjang dan mitigasi,” ujarnya.

Editor : Agung Sulistyo

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network