Ramadan Karim, Bolehkah Muslim Mengucapkannya?

Vitrianda Hilba Siregar
Ramadan  Karim, bolehkah Muslim mengucapkan kalimat itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka dapat merujuk pada penjelasan ulama.(Foto/Ilustrasi : RCTI)

RAMADAN Karim, bolehkah Muslim mengucapkan kalimat itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka dapat merujuk pada penjelasan ulama.

 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya:

سئل العلامة ابن عثيمين رحمه الله:عن حكم كلمة: رمضان كريم ؟

Mengenai hukum kalimat “Ramadan Karim”? 

Beliau menjawab:

حكم ذلك أن هذه الكلمة: (رمضان كريم) غير صحيحة،
وإنما يقال: (رمضان مبارك)، وما أشبه ذلك،
لأن رمضان ليس هو الذي يعطي حتى يكون كريماً، وإنما الله تعالى هو الذي وضع فيه الفضل .

“Hukumnya adalah bawah kalimat ini “Ramadan Karim” (terjemahnya: Ramadan itu pemurah) adalah tidak benar.

 Yang benar adalah “Ramadan Mubarak” (Ramadan yang diberkahi) atau yang semisal,

Karena bukan Ramadan yang memberi sehingga disebut pemurah, akan tetapi Allah Ta’ala yang memberikan keutamaan ini.” [Majmu’ Fatawa Syaikh Al-‘Ustaimin 20/254]

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network