Korban Tewas Galodo Agam Jadi 87 Orang, 76 Masih Hilang dan Kerugian Capai Rp123 Miliar
AGAM, iNEWSPADANG.ID — Tim gabungan kembali menemukan jenazah korban banjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penemuan terbaru ini menambah jumlah korban meninggal menjadi 87 orang, sementara 76 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Minggu, 30 November 2025, pukul 20.00 WIB.
Proses evakuasi masih berlangsung di kawasan terdampak yang sebagian besar tertimbun material lumpur, kayu, bebatuan, serta puing bangunan.
Jalur menuju titik pencarian juga terputus akibat luapan sungai dan tumpukan longsor sehingga memaksa petugas mengerahkan alat berat untuk membuka akses dan mengevakuasi korban.
Bupati Agam, Benni Warlis, meninjau langsung lokasi terdampak terparah dan menyatakan kondisi lapangan jauh lebih kompleks dari perkiraan awal.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah. “Yang sudah dievakuasi ini sekitar 80 dan masih ada di lapangan. Ini belum yang hanyut di sungai, yang diperkirakan ada sekitar 300 korban lagi yang tertimbun,” ujarnya.
Benni juga meminta dukungan pemerintah provinsi untuk tambahan alat berat dan dapur umum guna mempercepat penanganan.
Sementara itu, Kapolres Agam AKBP Muari menjelaskan bahwa tim pencarian masih menghadapi medan yang sangat berat. “Medan yang sekarang ini masih berlumpur dan areanya cukup luas. Kemudian untuk pencarian kemungkinan besar akan berlanjut sampai tidak ada laporan orang hilang,” tuturnya.
Editor : Wahyu Sikumbang