Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Tetapkan Agam dan Delapan Daerah di Sumbar Siaga Cuaca Ekstrem 11–13 September
Advertisement . Scroll to see content

Dentuman Keras Disusul Lava Pijar, Gunung Marapi di Agam Meletus Sabtu Malam

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:33 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Dentuman Keras Disusul Lava Pijar, Gunung Marapi di Agam Meletus Sabtu Malam
Hujan bercampur abu vulkanik dilaporkan turun di sejumlah wilayah barat daya Gunung Marapi setelah erupsi. Foto: Istimewa

AGAM, iNEWSPadang.ID — Gunung Marapi yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi pada Sabtu malam, 14 Maret 2026 sekitar pukul 23.29 WIB. Letusan diawali dengan dentuman keras yang membuat kaca rumah warga bergetar, kemudian disusul lontaran lava pijar yang membumbung tinggi dari kawah.

Sejumlah warga di sekitar kaki gunung menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Salah satunya Hatta Rizal, warga Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam. Permukiman ini berjarak sekitar sembilan kilometer dari kawah Gunung Marapi.

“Usai terjadi dentuman, saya lari ke luar rumah karena sudah tahu gunung meletus. Di luar saya menyaksikan pemandangan menakjubkan berupa guguran dan kilatan api,” kata Hatta.

Letusan tersebut juga terdengar di beberapa wilayah lain di sekitar Gunung Marapi. Zulhendri Kayo, warga Sungai Pua, mengaku masih mendengar suara gemuruh dari arah gunung.


Kilatan lava pijar terlihat dari kawah Gunung Marapi saat erupsi pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Foto: CCTV Masjid Jabal Nur-Cumantiang

Sementara itu, Noviardi, warga Canduang, mengatakan suara letusan juga terdengar di daerahnya. Namun karena saat itu sedang turun hujan, arah sumber suara tidak terlalu jelas.

“Di tempat kami juga terdengar seperti letusan. Karena hujan, arah sumber suara tidak begitu jelas. Semoga tidak menjadi bencana,” ujarnya.

Warga lain, Rahmadoni dari Bukik Batabuah, juga mengaku melihat kilatan api dari arah puncak gunung. Ia menyebut fenomena tersebut jarang terlihat secara jelas dari pemukiman warga. “Baru sekali ini saya melihat langsung letusan dengan kilatan api seperti ini. Ada beberapa warga yang juga melihat hal serupa,” kata Rahmadoni.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut