get app
inews
Aa Text
Read Next : Kronologi Kebakaran di Simpang Tugu Polwan Bukittinggi, 4 Warung dan Kafe Biliar Ludes

Dentuman Keras Disusul Lava Pijar, Gunung Marapi di Agam Meletus Sabtu Malam

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:33 WIB
header img
Hujan bercampur abu vulkanik dilaporkan turun di sejumlah wilayah barat daya Gunung Marapi setelah erupsi. Foto: Istimewa

Data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat erupsi terjadi pada pukul 23.29 WIB. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 21 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati saat erupsi berlangsung.

Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat musim hujan. Selain itu, warga disarankan menggunakan masker serta perlindungan mata dan kulit guna menghindari dampak abu vulkanik.


Peta prakiraan sebaran abu vulkanik Gunung Marapi pasca erupsi Sabtu malam (14/3/2026). Berdasarkan analisis MEWS BMKG Sumatera Barat, abu vulkanik diperkirakan bergerak ke arah barat daya mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 5 knot. Foto: Ist

Berdasarkan informasi dari Meteorological Early Warning System (MEWS) BMKG Sumatera Barat, abu vulkanik hasil letusan bergerak mengikuti arah angin menuju barat daya dengan kecepatan sekitar lima knot.

Sekitar satu jam setelah erupsi, sejumlah wilayah di sisi barat daya Gunung Marapi dilaporkan mengalami hujan yang bercampur abu vulkanik. Noviardi yang berada di Canduang mengatakan air hujan yang tertampung di tempat penampungan terlihat keruh akibat campuran abu.

“Di sini sedang turun hujan yang sekaligus membawa abu vulkanik. Air yang tertampung terlihat keruh,” ujarnya.

Editor : Wahyu Sikumbang

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut