Pasaman Genjot Layanan Gratis, Ribuan Siswa hingga Warga Miskin Mulai Merasakan
PASAMAN, iNewsPadang.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memaparkan evaluasi satu tahun pelaksanaan program unggulan daerah dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Diskominfo Pasaman, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah untuk menyampaikan capaian program selama satu tahun kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian periode 2025–2030.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah mengklaim sejumlah program prioritas tetap berjalan dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan perumahan rakyat.
Pada sektor kesehatan, Pemkab Pasaman menitikberatkan layanan berobat gratis, program Ambulans SIGAP, hingga rumah singgah persalinan. Pemerintah daerah menyebut cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Pasaman telah mencapai 98 persen sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit daerah.
Layanan tersebut tersedia di RSUD Tuanku Imam Bonjol, RSUD Tuanku Rao, serta RS Ibnu Sina. Warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan juga tetap mendapatkan pelayanan sambil dibantu proses administrasi kepesertaannya.
Program Ambulans SIGAP yang beroperasi di 12 kecamatan disebut menjadi salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat. Hingga Maret 2026, layanan itu telah melakukan 280 kali penjemputan pasien, 145 kali pemulangan pasien, serta mengantarkan 446 jenazah ke rumah duka dan pemakaman tanpa biaya.
Selain itu, RSUD Tuanku Imam Bonjol juga terus meningkatkan mutu pelayanan melalui sejumlah inovasi, di antaranya layanan “Si Cantik”, poliklinik jiwa, hingga keberhasilan meraih akreditasi paripurna. Masyarakat dapat mengakses layanan Ambulans SIGAP melalui nomor 0822-99-6000-40.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah menjalankan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru. Pada 2025, bantuan diberikan kepada 5.111 siswa dalam bentuk bantuan tunai. Sementara pada 2026, pola bantuan diubah menjadi pemberian seragam jadi dengan target 11 ribu siswa SD dan SMP baru di seluruh Pasaman.
Editor : Wahyu Sikumbang