Aktivitas Marapi Meningkat, Satu Letusan dan Enam Hembusan Terekam dalam Sehari
Selain itu, petugas juga mencatat 19 kejadian tremor non-harmonik, empat gempa frekuensi rendah, lima gempa vulkanik dangkal, lima gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, serta dua gempa tektonik jauh. Aktivitas kegempaan tersebut menunjukkan proses dinamika magma di bawah tubuh gunung masih berlangsung.
Sepanjang hari pengamatan, kondisi visual gunung umumnya terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal teramati mencapai ketinggian antara 50 hingga 500 meter di atas puncak.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
PVMBG turut mengingatkan warga agar menggunakan masker dan pelindung mata apabila terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Warga juga diminta mengamankan sumber air bersih dan membersihkan timbunan abu vulkanik di atap rumah untuk menghindari kerusakan bangunan akibat beban berlebih.
Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi guna memperoleh informasi terbaru terkait perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Editor : Wahyu Sikumbang