Wamendagri Bima Arya Ikuti MGR 2026 di Bukittinggi, Event Dorong Dampak Ekonomi dan Perkuat Wisata
Dalam konferensi pers tersebut, Ramlan mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan bersama pemerintah daerah terkait dan penyelenggara. Ia mengakui sejumlah ruas jalan di Bukittinggi masih dalam proses perbaikan, tetapi menyebut pekerjaan tersebut tidak mengganggu pelaksanaan acara.
"Kami tentu minta maaf kalau sedikit kurang nyaman, karena ada beberapa ruas jalan sedang kita perbaiki. Namun, itu tidak mengganggu jalannya pelaksanaan event MGR ini. Pekerjaan jalan yang kita laksanakan, beririsan dengan berbagai event yang disiapkan. Event mendatangkan pengunjung, perbaikan dan pembenahan kota, untuk ciptakan kenyamanan," ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Lutfi mengatakan, MGR menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata di Kabupaten Agam sekaligus memperkuat hubungan pariwisata dengan Kota Bukittinggi.
Menurut dia, kedua daerah memiliki keterkaitan sehingga kegiatan yang berlangsung di Bukittinggi juga berpotensi mendorong kunjungan wisatawan ke Agam.
"Bukittinggi dan Agam merupakan dua daerah yang saling berkaitan. Apa yang dilakukan di Bukittinggi juga akan berdampak terhadap Agam. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengenal Bukittinggi, tetapi juga berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Agam," ungkapnya.

Sementara itu, Founder MGR Yv Tri Saputra menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggabungkan olahraga dan pariwisata dengan misi pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menyebut MGR pertama kali digelar pada 2018 sebagai sarana memperkenalkan potensi geopark di Sumatra Barat dan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.
"Tagline Minang Geopark ini adalah memuliakan bumi, menyejahterakan masyarakat. Harus dua-duanya. Lingkungan harus dijaga, tetapi masyarakat di sekitar juga harus mendapatkan manfaat ekonominya," ujarnya.
Penyelenggaraan MGR 2026 di Bukittinggi melibatkan pemerintah daerah dan penyelenggara dalam upaya menghubungkan kegiatan olahraga dengan pengembangan pariwisata serta ekonomi masyarakat di kawasan Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Editor: Wahyu Sikumbang