Solidaritas Ojol di Bukittinggi Desak Hapus Razia Ilegal, Ungkap Dugaan Korupsi Polisi Lantas

Wahyu Sikumbang
Lilianti, pengemudi ojol, menyampaikan keluhannya dihadapan Kapolresta Bukittinggi tentang razia hunting system yang meresahkan para pengemudi ojol dan wisatawan, Sabtu (30/8). Foto: Wahyu Sikumbang

Tuntutan massa tidak hanya berhenti pada pembubaran DPR yang mereka nilai lebih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang rakyat, tetapi juga pada transparansi dalam penegakan hukum, terutama terkait razia yang menurut mereka berpotensi besar menyalahi aturan.

Mereka mendesak Kapolresta Bukittinggi untuk segera melakukan investigasi internal dan mengungkap praktik-praktik korupsi yang ada di tubuh kepolisian. Pengunjuk rasa pun mengancam akan memviralkan setiap aksi dugaan pungli dan pelanggaran oleh Polantas.

“Mata hukum harus transparan, tetapi pelaku kejahatan malah dilindungi. Pengemudi ojol mati dilindas, tapi pelakunya disangkutkan dengan kode etik. Dimana keadilan hukum?” teriak salah satu orator yang memimpin aksi, disambut teriakan dukungan dari massa.

Usai menggelar orasi di Tugu Polwan, aksi massa kemudian berlanjut menuju Mapolresta Bukittinggi. Di sana, mereka menyerahkan petisi yang berisi tuntutan-tuntutan agar penegakan hukum bisa berjalan lebih adil dan bersih.

Editor : Wahyu Sikumbang

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network