Ia menambahkan, dampak bencana juga mengisolir dua sekolah dasar, yakni SDN 20 Pahambatan dan SDN 07 Balingka. Para siswa dan guru terpaksa menggunakan jembatan darurat dengan berjalan kaki karena jalur tersebut tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar berjalan dengan keterbatasan dan risiko keselamatan.
Sejumlah siswa melintas di jembatan darurat menuju SDN 07 Balingka setelah akses jalan utama terputus akibat banjir bandang, memaksa aktivitas belajar dilakukan dengan keterbatasan, Selasa (6//1/2026). Foto: Wahyu Sikumbang
Hingga kini, warga dan pihak sekolah berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan dan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan normal dan aman.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
