BUKITTINGGI, iNEWSPadang.ID — Perhimpunan Pemberdayaan Perempuan Basiba (P3 Basiba) Kota Bukittinggi mengambil peran strategis dalam mengantisipasi masuknya pengaruh budaya asing di kota wisata tersebut. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pendidikan budaya lokal yang terintegrasi dengan nilai adat, sejarah, serta bahasa Minangkabau, baik di lingkungan sekolah formal maupun nonformal, serta di tengah masyarakat dan keluarga.
Langkah tersebut disampaikan Ketua P3 Basiba Bukittinggi, Bundo Dara Susanti, didampingi Wakil Ketua I Bundo Helmawati dan Bendahara Bundo Afrinita, saat rapat evaluasi kegiatan P3 Basiba tahun 2025 yang digelar Selasa (6/1/2026). Dalam pertemuan itu, pengurus menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung program pemerintah, khususnya di bidang adat dan budaya.
Menurut Dara, penguatan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi pondasi penting agar generasi muda Minangkabau memiliki filter yang kuat dalam menyikapi budaya luar. Selain pendidikan adat, P3 Basiba juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas konten positif tentang seni, budaya, dan pariwisata Minang agar lebih menarik bagi kalangan muda.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga mengamalkan adat Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pondasi budaya yang kuat, mereka mampu memilih dan menyaring pengaruh budaya asing,” ujar Dara.
Sepanjang 2025, P3 Basiba Bukittinggi telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan budaya, mulai dari belajar adat, tata cara berpakaian sesuai budaya Minang, hingga etika makan yang beradat. Organisasi ini juga aktif menggelar lomba busana Basiba di tingkat kota dan provinsi, mengikuti pameran UMKM khusus produk khas Minangkabau, serta melakukan kunjungan sosial ke panti asuhan dan panti jompo.
Basiba sendiri merupakan pakaian adat Minangkabau yang sarat makna filosofis, melambangkan martabat, kesopanan, serta peran penting perempuan Minang sebagai Bundo Kanduang. Desainnya yang longgar mencerminkan sifat lapang dada, kesabaran, dan nilai kebersamaan yang berakar pada adat dan syariat.
Ke depan, P3 Basiba merencanakan program “Back to School” dengan menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA. Program ini bertujuan memberikan edukasi tentang cara berpakaian dan pergaulan yang sesuai dengan nilai lokal, mengingat Bukittinggi sebagai kota transit perdagangan dan pariwisata sangat terbuka terhadap pengaruh luar. Pada 2026, organisasi ini juga akan memfokuskan kegiatan keagamaan dan sosial menjelang serta selama bulan Ramadan.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
