JAKARTA, iNEWSPadang.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mendorong Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera merealisasikan program pengembangan perkotaan nasional yang terintegrasi di Kota Bukittinggi.
Dorongan ini mengemuka dalam pertemuan bersama Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Bukittinggi sebelumnya ditetapkan sebagai satu dari 10 kota percontohan nasional dalam program National Urban Development Project (NUDP) pada 2025. Program ini bertujuan mewujudkan kota yang terintegrasi, sejahtera, dan layak huni melalui perencanaan bersama antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk penyusunan rencana induk atau Integrated City Planning (ICP).
Fokus pengembangannya mencakup pembangunan infrastruktur serta tata kelola perkotaan yang berkelanjutan.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono saat membahas percepatan pengembangan perkotaan terintegrasi di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Istimewa
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan kebanggaannya atas penetapan tersebut. Menurutnya, status sebagai kota prioritas ICP menjadi peluang strategis bagi Bukittinggi yang berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah dengan layanan pariwisata, perkebunan, pertanian, dan industri sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.
“Menjadi salah satu dari 10 kota prioritas ICP tentu membuat kita bangga. Ini kesempatan yang harus kita maksimalkan karena Bukittinggi memiliki keunggulan pariwisata yang sejalan dengan pelestarian warisan budaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan akan menyasar sejumlah titik strategis pelayanan publik dan aktivitas ekonomi, di antaranya kawasan Jam Gadang, Pasar Atas dan Pasar Bawah, Jalan Sudirman, Lapangan Wirabraja, serta lokasi penting lainnya.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
