BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota Bukittinggi memperkuat komitmen dalam percepatan pengendalian penyakit AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria melalui Forum Kemitraan AIDS, TB, dan Malaria (ATM) Tingkat Kota Bukittinggi Tahun 2026. Pertemuan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan itu digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (14/7/2026).
Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan langkah pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis dalam mendukung target eliminasi penyakit AIDS, TB, dan malaria pada 2030.
Program Koordinator RSSH ADINKES Sumatera Barat, Safwan, menjelaskan bahwa kegiatan di Bukittinggi merupakan pertemuan kelima yang telah dilaksanakan. Menurutnya, posisi Bukittinggi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan menjadikan pengendalian ketiga penyakit tersebut sebagai kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Ia menuturkan bahwa wisatawan mancanegara juga memperhatikan kondisi kesehatan daerah tujuan, termasuk status kasus malaria. Karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit harus terus diperkuat agar mampu menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Ramli Andrian, menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan bidang kesehatan harus menjadi prioritas, baik melalui pembangunan fisik maupun nonfisik.
Rismal mengatakan, penanganan AIDS, TB, dan malaria membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena tidak dapat diselesaikan hanya oleh instansi kesehatan.
"Kolaborasi lintas sektor perlu dibangun untuk penanganan ATM. Pemerintah Kota Bukittinggi sudah mengeluarkan kebijakan pencegahan dan pengendalian ATM yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025-2029. Kebijakan ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sistem kesehatan masyarakat," ujarnya.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
