Ia menambahkan, hasil pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyusunan rencana, tetapi diwujudkan dalam langkah-langkah konkret di lapangan. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menjalankan perannya sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Selain itu, Pemko Bukittinggi juga mengajak berbagai mitra, seperti Baznas, perbankan, sektor perhotelan, BUMN, dan BUMD untuk berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, TB, dan malaria.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, mengapresiasi terselenggaranya Forum Kemitraan ATM Tahun 2026. Ia optimistis strategi yang disusun melalui forum tersebut dapat mendukung terwujudnya target eliminasi penyakit AIDS, TB, dan malaria di Bukittinggi pada 2030.
Yesi yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat menilai tuberkulosis dan HIV masih menjadi ancaman nyata bagi ketahanan keluarga. Karena itu, PKK siap mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta menggerakkan partisipasi masyarakat.
"Kita juga akan terus mensosialisasikan penanganan ATM ini dalam sekolah keluarga. Sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara luas dan terukur," katanya.
Melalui sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap berbagai program pencegahan, edukasi, hingga pengendalian AIDS, TB, dan malaria dapat berjalan lebih efektif serta mempercepat tercapainya target eliminasi pada 2030.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
