Ade Rezki Ajak Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Wahyu Sikumbang
Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama menyampaikan materi tentang pencegahan stunting dan pemanfaatan layanan Cek Kesehatan Gratis dalam sosialisasi program Bangga Kencana di Bukittinggi, Sabtu (24/10/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan serta pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas. Hal itu disampaikannya dalam sosialisasi program bersama mitra Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan bertema “Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja” tersebut berlangsung di Aula UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Lambau, Kecamatan Guguk Panjang. Kegiatan dihadiri masyarakat dari sejumlah wilayah, di antaranya Puhun Tembok, Perintis Kemerdekaan, Jalan Pemuda, Puhun Pintu Kabun, dan Panganak.

Dalam pemaparannya, Ade menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan CKG di puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pemeriksaan ke luar daerah maupun luar negeri.

"Jika dahulu masyarakat harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan medical check up hingga ke Padang, Jakarta, bahkan ke Malaysia dan Singapura, saat ini pemeriksaan kesehatan dapat diakses secara gratis di puskesmas terdekat. Langkah ini sangat penting sebagai bentuk mitigasi dini terhadap potensi risiko penyakit yang mungkin timbul di masa mendatang," ujar Ade.


Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama foto bersama para narasumber jelang sosialisasi program Bangga Kencana dan pencegahan stunting bersama mitra Kemendukbangga/BKKBN di Bukittinggi, Sabtu (24/10/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Ia menjelaskan, layanan pemeriksaan kesehatan tersebut mencakup pemeriksaan tekanan darah, fungsi jantung melalui elektrokardiogram (EKG), kesehatan gigi dan mata, pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar kolesterol dan asam urat, serta pemeriksaan kesehatan reproduksi, termasuk tes inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) bagi perempuan.

Menurut Ade, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dapat membantu mengidentifikasi risiko penyakit tidak menular, termasuk serangan jantung dan stroke, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan, puskesmas dapat memberikan penanganan medis sesuai kondisi pasien, termasuk terapi obat dan konsultasi gizi.

Selain pemeriksaan kesehatan, Ade menyoroti pentingnya pencegahan stunting yang perlu dimulai sejak masa kehamilan, bahkan melalui persiapan kesehatan pasangan sebelum menikah.

"Pencegahan stunting dimulai dari masa kehamilan. Para pemuda yang berencana menikah harus memastikan pemenuhan gizi dan perhatian yang cukup bagi calon ibu dan bayinya. Peningkatan gizi kronis, lingkungan tempat tinggal yang bersih, serta pemenuhan sanitasi dan MCK yang layak adalah faktor kunci agar anak-anak kita terbebas dari stunting," kata Ade.

Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi ibu dan anak, kebersihan lingkungan, serta ketersediaan sanitasi yang layak merupakan aspek penting dalam upaya mencegah gangguan pertumbuhan anak.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, mengatakan pelaksanaan program Bangga Kencana membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk mitra kerja di DPR RI.


Sosialisasi program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Aula UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Lambau, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, dihadiri masyarakat dari sejumlah kelurahan. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Menurut Mardalena, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Karena itu, persoalan kependudukan dan keluarga perlu mendapat perhatian bersama.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang dihadapi anak dan remaja, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga masalah kesehatan mental. Dalam pemaparannya, Mardalena menyebut sekitar 35 persen remaja di Sumatera Barat mengalami masalah kesehatan mental. Namun, ia tidak merinci sumber data, periode pengukuran, maupun indikator yang digunakan untuk angka tersebut.

Selain itu, Mardalena mengingatkan bahwa stunting masih menjadi persoalan yang perlu ditangani karena dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Sementara itu, Camat Guguk Panjang, Heru Tri Astanawa, menyoroti peran kader posyandu dalam mendata dan mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan sosial maupun kesehatan.

Ia menyampaikan bahwa kader posyandu menjalankan tugas dengan pengorbanan yang menurutnya belum selalu sebanding dengan dukungan atau imbalan yang diterima. Heru berharap perhatian terhadap kesejahteraan dan kebutuhan kader posyandu dapat ditingkatkan.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Bukittinggi, Susi Yanti; perwakilan Kapolsek Kota Bukittinggi, Iptu Dodi Alwa; serta Danramil Kota Bukittinggi.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network