Wamendagri Bima Arya Ikuti MGR 2026 di Bukittinggi, Event Dorong Dampak Ekonomi dan Perkuat Wisata

Wahyu Sikumbang
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyerahkan hadiah kepada juara pertama Minang Geopark Run (MGR) 2026 kategori 10K di Kota Bukittinggi, Minggu (1/11/2026). (Foto: Istimewa)

BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Sebanyak 3.800 pelari mengikuti Minang Geopark Run (MGR) Series 2026 yang dimulai dari kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Minggu (1/11/2026). Sekitar 70 persen peserta dilaporkan berasal dari luar Sumatra Barat.

Kegiatan lari bertaraf nasional tersebut juga diikuti Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. MGR tahun ini mempertandingkan tiga kategori jarak, yakni 5 kilometer (5K), 10 kilometer (10K), dan 21 kilometer (21K).

Kategori 5K diikuti 1.950 peserta, kategori 10K sebanyak 1.050 peserta, dan kategori 21K sebanyak 800 peserta.

Bima Arya mengatakan, keikutsertaannya dalam MGR 2026 merupakan pengalaman pertamanya setelah cukup lama ingin mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi suasana dan penyelenggaraan acara. "Ini pertama kali saya hadir dan bergabung dalam Minang Geopark Run. Sudah lama ingin bergabung, Alhamdulillah akhirnya kesampaian. Suasananya memang berbeda, sejuk dan indah, penyelenggaraanya rapi dan semoga finish strong," ujarnya.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat, terutama melalui peningkatan hunian hotel, aktivitas kuliner, dan pergerakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan keterangan dalam konferensi pers Minang Geopark Run ke-7 di Pasar Atas Bukittinggi, Sabtu (31/10/2026). (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

Menurut Ramlan, peserta dari luar daerah berpotensi mendorong aktivitas ekonomi selama berada di Bukittinggi. Ia menyebut jumlah UMKM di kota itu mencapai lebih dari 10.000 unit.

"Melalui kegiatan ini, kita juga ingin memperkenalkan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan, sekaligus mengenalkan sejarah dan budaya yang kita miliki. Kita tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi bagaimana kegiatan ini dapat mempromosikan pariwisata dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, termasuk UMKM kita yang jumlahnya lebih dari 10.000," ujarnya.

Ramlan juga menyampaikan rencana penyelenggaraan kembali Jam Gadang Fun Run pada Juni 2027. Kegiatan itu disebut menjadi bagian dari program 1.001 Event Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mendorong kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan sejarah dan budaya daerah.

Sebelum pelaksanaan lomba, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan penyelenggara Geopark Run Series menggelar konferensi pers MGR ke-7 di Lantai 4 Pasar Atas Bukittinggi, Sabtu (31/10/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Ramlan mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan bersama pemerintah daerah terkait dan penyelenggara. Ia mengakui sejumlah ruas jalan di Bukittinggi masih dalam proses perbaikan, tetapi menyebut pekerjaan tersebut tidak mengganggu pelaksanaan acara.

"Kami tentu minta maaf kalau sedikit kurang nyaman, karena ada beberapa ruas jalan sedang kita perbaiki. Namun, itu tidak mengganggu jalannya pelaksanaan event MGR ini. Pekerjaan jalan yang kita laksanakan, beririsan dengan berbagai event yang disiapkan. Event mendatangkan pengunjung, perbaikan dan pembenahan kota, untuk ciptakan kenyamanan," ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Lutfi mengatakan, MGR menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata di Kabupaten Agam sekaligus memperkuat hubungan pariwisata dengan Kota Bukittinggi.

Menurut dia, kedua daerah memiliki keterkaitan sehingga kegiatan yang berlangsung di Bukittinggi juga berpotensi mendorong kunjungan wisatawan ke Agam.

"Bukittinggi dan Agam merupakan dua daerah yang saling berkaitan. Apa yang dilakukan di Bukittinggi juga akan berdampak terhadap Agam. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengenal Bukittinggi, tetapi juga berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Agam," ungkapnya.


Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto bersama unsur Forkopimda Bukittinggi dan Founder Minang Geopark Run bersiap melepas ribuan peserta dari garis start di kawasan Jam Gadang, Minggu (1/11/2026). (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Founder MGR Yv Tri Saputra menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggabungkan olahraga dan pariwisata dengan misi pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menyebut MGR pertama kali digelar pada 2018 sebagai sarana memperkenalkan potensi geopark di Sumatra Barat dan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.

"Tagline Minang Geopark ini adalah memuliakan bumi, menyejahterakan masyarakat. Harus dua-duanya. Lingkungan harus dijaga, tetapi masyarakat di sekitar juga harus mendapatkan manfaat ekonominya," ujarnya.

Penyelenggaraan MGR 2026 di Bukittinggi melibatkan pemerintah daerah dan penyelenggara dalam upaya menghubungkan kegiatan olahraga dengan pengembangan pariwisata serta ekonomi masyarakat di kawasan Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Editor : Wahyu Sikumbang

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network