Kapolda Sumbar Jadikan Balita Korban Galodo Agam Anak Asuh Polri, Dijamin Sekolah hingga Sarjana
AGAM, iNEWSPadang.ID — Awal tahun 2026 membawa secercah harapan bagi Reyhan Al Fathan, balita berusia tiga bulan yang menjadi satu-satunya anggota keluarga selamat dari bencana banjir bandang atau galodo di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta secara resmi menjadikan Fathan sebagai anak asuh Polri dan menjamin pendidikan hingga jenjang sarjana, bahkan membuka peluang menjadi anggota kepolisian di masa depan.
Komitmen tersebut disampaikan Irjen Pol Gatot saat mengunjungi rumah nenek Fathan di Nagari Salareh Aia Timur, di sela kunjungannya meninjau percepatan penanganan pascabencana di Kabupaten Agam, Selasa, 30 Desember 2025.
Ia menegaskan, Polri akan menanggung kebutuhan pendidikan Fathan tanpa memisahkannya dari keluarga. “Yang penting Fathan nanti sampai sarjana. Kalau mau masuk polisi, kita siapkan jadi anggota Polri. Fathan sudah menjadi anak asuhnya Polri,” ujar Gatot, Jumat (2/1/2026).
Pernyataan itu mendapat perhatian khusus dari keluarga. Nenek Fathan, Yuslaini, meminta penjelasan rinci agar status anak asuh tersebut tidak mengubah hak asuh keluarga. “Kalau pindah tangan kami tidak mau,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kapolda menegaskan bantuan yang diberikan murni untuk menjamin masa depan Fathan. “Tidak kita bawa ke mana-mana. Fathan tetap cucu ibu. Kita hanya membantu biayanya supaya tidak ada masalah sampai besar,” ucapnya.
Sikap serupa disampaikan keluarga lainnya. Kakek Fathan, Mulyadi, menyatakan keluarga menerima dengan terbuka niat baik tersebut. Ia menilai perhatian Polri menjadi penguat di tengah duka mendalam akibat bencana yang merenggut hampir seluruh anggota keluarga. “Kami sangat menerima usulan bapak Kapolda. Ini kehendak Yang Maha Kuasa, ada jalan lain yang dibukakan,” tuturnya.
Reyhan Al Fathan merupakan anak kedua dari pasangan Aldi Saputra dan Ranti Akmal, pedagang aksesori di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi. Kakaknya yang masih berusia satu tahun turut menjadi korban galodo yang terjadi pada Kamis petang, 27 November 2025. Saat itu, arus deras Sungai Selaras meruntuhkan permukiman warga di Simpang Dingin, Jorong Subarang Aia, termasuk rumah keluarga Fathan yang dihuni delapan orang, dan seluruhnya dinyatakan meninggal dunia.
Fathan ditemukan warga pada hari kedua pascabencana setelah tangisannya terdengar dari balik timbunan kayu dan lumpur. Sejak itu, ia dirawat oleh nenek dan kakeknya di rumah keluarga di Tanah Lapang, Nagari Salareh Aia Timur.
Kunjungan Kapolda Sumbar bersama Kapolres Agam AKBP Muari dan Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Safriadi ke rumah keluarga Fathan menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam memastikan masa depan korban selamat bencana, sekaligus penguatan empati institusi kepolisian di tengah pemulihan pascagalodo.
Editor : Wahyu Sikumbang