Selain menyoroti kasus kematian ojol, pengunjuk rasa juga menuntut Polresta Bukittinggi untuk menghapus praktik razia model hunting yang dianggap meresahkan warga, serta memperjelas penerapan tilang elektronik (ETLE).
Massa menyebut tindakan razia yang dilakukan polisi sering kali tak ubahnya seperti begal jalanan dan telah merusak nama Bukittinggi sebagai kota wisata.
Usai menggelar orasi di Tugu Polwan, massa merencanakan untuk melanjutkan aksi ke Mapolresta Bukittinggi.
Massa yang merupakan perwakilan masyarakat ini bertekad memastikan tuntutan keadilan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan benar-benar ditegakkan oleh aparat penegak hukum.
Hingga pukul 13:30 WIB, unjuk rasa gabungan berlangsung damai dan berjalan kondusif.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait