Rasa syukur juga disampaikan Muzahar Sutan Batuah, warga setempat yang merasakan langsung dampak kehadiran TNI di kampungnya. Ia menilai dukungan aparat memberi semangat bagi warga untuk bangkit bersama. “Kami bersyukur kepada Allah dengan masuknya TNI ke kampung kami. Kami merasa di-support dan termotivasi untuk bergotong royong,” katanya. Ia menambahkan, akses jalan yang sempat terputus kini kembali tersambung dalam waktu sekitar 20 hari, termasuk perbaikan jaringan air bersih yang rusak akibat longsor dan jembatan putus.
Syukuran penggunaan jembatan dipimpin Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Machfud didampingi Dandim 0304/ Agam Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, S.I.P pada Jumat (16/1). Ia menegaskan pembangunan jembatan merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana. “Keberadaan jembatan ini tidak sekadar sebagai penghubung, tetapi langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Armco di Malalak merupakan hasil sinergi TNI, Pemerintah Daerah, dan partisipasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Agam mengapresiasi kontribusi Korem 032/Wirabraja yang dinilai membantu mempercepat pemulihan akses dan mendukung pergerakan ekonomi warga, terutama distribusi hasil pertanian.
Peresmian jembatan ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, disaksikan unsur Forkopimda, Kodim 0304/Agam, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias. Bagi warga Malalak, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan dan kebangkitan setelah dilanda bencana.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
