Nini sebagai aktivis perempuan kelahiran Sumatera ini mengingatkan seluruh kreator konten dan figur publik bahwa ruang digital bukan ruang tanpa etika.
“Satu kalimat ceroboh dari influencer bisa menjadi trauma baru bagi korban. Hentikan eksploitasi penderitaan perempuan di tengah bencana. Ini garis merah,” pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
