Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wakil Wali Kota Serahkan Zakat dan Infak Baznas kepada 61 Mustahik Bukittinggi Melalui Empat Program
Advertisement . Scroll to see content

Dinyatakan Meninggal Padahal Hidup, Lansia Korban Galodo Agam Kesulitan Berobat dan Akses Bantuan

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 00:46 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Dinyatakan Meninggal Padahal Hidup, Lansia Korban Galodo Agam Kesulitan Berobat dan Akses Bantuan
Erma Fetrina memperlihatkan Kartu Keluarga dan KTP ibunya, Syamsidar (77), yang sempat tercatat meninggal dunia dalam sistem kependudukan meski masih hidup. Syamsidar kini dirawat di rumah Erma di Bukik Batabuah, Agam. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumb

Keluarga menyebut perubahan status tersebut berkaitan dengan persoalan sinkronisasi data setelah Syamsidar sempat tercatat meninggal dunia. Akibatnya, bantuan yang sebelumnya diterima belum kembali disalurkan.

Persoalan juga terjadi pada bantuan stimulan hibah relokasi mandiri rumah terdampak bencana. Syamsidar tercatat pada nomor urut 1.086 dalam Keputusan Bupati Agam Nomor 114 Tahun 2026 sebagai penerima bantuan tersebut. Namun, menurut keluarga, dana bantuan belum diterima.

Bantuan itu diharapkan dapat digunakan untuk membangun kembali rumah Syamsidar di Kayu Pasak yang hancur diterjang galodo.

Erma mengatakan, keluarga telah berupaya mengurus persoalan tersebut melalui Disdukcapil, pemerintah nagari, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan. Namun, ia mengaku belum memperoleh kepastian penyelesaian. Keluarga juga sempat disarankan mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri, tetapi biaya iuran dinilai memberatkan kondisi ekonomi mereka setelah bencana.


Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Indonesia Sehat milik Syamsidar. Menurut keluarga, kesalahan pencatatan status kematian berdampak pada akses bantuan sosial dan layanan kesehatan lansia penyintas galodo di Agam tersebut. (Foto: iNewsPadang.id / Wahyu Sikumbang)

"Rumah Amak di Kayu Pasak hancur tidak ada tersisa, cuma tinggal batu. Sekarang bantuan rumah tidak jelas, BPJS mati, BLT Lansia dihentikan. Kami bolak-balik dari Capil ke Wali Nagari, lalu ke Dinsos, tapi belum ada hasil," tutur Erma.

Keluarga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menyelaraskan data Syamsidar agar akses layanan kesehatan, bantuan sosial, dan bantuan pemulihan rumah dapat diproses kembali. Mereka juga membutuhkan kepastian mengenai tahapan penyelesaian administrasi setelah akta kematian dibatalkan.

Editor: Wahyu Sikumbang

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut