AGAM, iNEWSPadang.ID — Hujan deras selama lima hari berturut-turut memicu luapan sungai yang menghantam permukiman Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sejumlah rumah di pinggir aliran sungai tampak miring dan nyaris ambruk terbawa arus, sementara beberapa lainnya kehilangan lantai akibat tersapu banjir.
Sedikitnya lima rumah berada dalam kondisi kritis. Debit air terus meninggi seiring hujan yang belum mereda, membuat lima belas kepala keluarga memilih mengungsi ke tempat aman seperti musala, masjid, dan rumah kerabat.
Wirnalis, 65 tahun, seorang warga Lurah Dalam, terpaksa mengevakuasi kakak perempuannya ke Bukittinggi karena rumah mereka berada tepat di tepi sungai.
“Kami mau ke Bukittinggi ke rumah anak, sebab di rumah di sini sangat rawan makanya saya bawa saja kakak ini,” ujar Wirnalis.
Situasi serupa dialami Sofyan, warga lainnya. Ia menuturkan bahwa jalan kampung dan jembatan putus diterjang banjir sehingga warga terisolasi.
“Ada yang butuh makanan dan obat-obatan untuk anak-anak. Anak-anak tidak sekolah karena jalan putus. Kebutuhan mendesak itu tenda, dapur umum, obat-obatan untuk lansia, dan makanan bergizi,” katanya.
Akibat terputusnya akses dan banyaknya titik bencana di Kabupaten Agam, bantuan sulit menjangkau warga. Sejumlah penduduk bergotong royong membuka jalan baru, namun upaya itu terhambat oleh pohon tumbang serta longsor di berbagai lokasi. Di beberapa titik, akses bahkan putus total.
Dinas Kominfo Kabupaten Agam merilis data terbaru dampak bencana hidrometeorologi hingga Jumat (28/11/2025) pukul 20.00 WIB. Total kerugian sementara mencapai Rp13,9 miliar.
Sebanyak 74 orang meninggal dunia dan 78 lainnya masih hilang, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi. Ratusan rumah turut mengalami kerusakan dan pendataan masih berlanjut karena sejumlah daerah sulit diakses.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
