Ade menambahkan, pengelolaan Satu Data Indonesia juga akan diperkuat melalui pemanfaatan data spasial. Data ini dapat membantu pemerintah memetakan lokasi dan sebaran informasi pembangunan secara lebih terperinci.
Pemanfaatan data spasial tersebut mencakup pemetaan kebutuhan infrastruktur dan sebaran angka stunting. Informasi itu diharapkan menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menyusun program pembangunan untuk 2028.
Rapat koordinasi tersebut menghadirkan Stevi Amanda, Fungsional Perencana Ahli Muda dari Bappeda Provinsi Sumatera Barat, sebagai narasumber.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
