Penataan Kebun Binatang TMSBK Bukittinggi Dimulai, Pedagang Masih Persoalkan Pencabutan Izin
BUKITTINGGI, iNewsPadang.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi mulai melaksanakan pembenahan halaman Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan wisata. Proyek senilai Rp1,7 miliar itu mulai dikerjakan pada 3 September 2026 dengan target penyelesaian selama 100 hari.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie Hendria, mengatakan penataan kawasan bertujuan mengembalikan fungsi lahan sebagai fasilitas umum, mengoptimalkan sarana dan prasarana TMSBK, menyediakan ruang terbuka yang lebih tertata, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta memperkuat daya saing sektor pariwisata kota.
Menurutnya, salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah mengganti konblock dengan batu alam agar lebih ramah bagi anak-anak, penyandang disabilitas, dan pengunjung.
TMSBK merupakan kawasan wisata bersejarah yang telah ada sejak awal 1900-an. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda kawasan tersebut dikenal sebagai Stormpark, kemudian pada 3 Juli 1929 dikembangkan menjadi kebun binatang dengan nama Fort De Kocksche Dieren Park. Melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1995, kawasan itu resmi menjadi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan hingga sekarang.

Sejumlah pembenahan telah dilakukan di kawasan tersebut pada berbagai periode, di antaranya pembangunan kandang harimau, kandang burung aviari, serta zona reptil yang dibangun pada 2021. Pada 2026, penataan kawasan TMSBK ditetapkan sebagai salah satu kegiatan prioritas daerah berdasarkan Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2026.
Data Dinas Pariwisata mencatat TMSBK menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di sektor pariwisata. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan mencapai 764.787 orang dengan pendapatan sebesar Rp17.821.277.500.
Rofie menyatakan peningkatan kualitas kawasan diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang pada akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta peningkatan PAD Kota Bukittinggi.
Editor : Wahyu Sikumbang