Dalam bencana tersebut, Eni kehilangan hampir seluruh anggota keluarganya. Empat orang anaknya ditemukan meninggal dunia sehari setelah kejadian, sementara suaminya hingga kini masih belum ditemukan. Kondisi ini memperlihatkan betapa besar dampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Ketua Bukittinggi Press Club, Al Fatah, mengapresiasi kepercayaan Serikat Pekerja PTPN IV Riau yang menjadikan BPC sebagai mitra penyalur bantuan, khususnya ke daerah-daerah dengan akses sulit dan berisiko. “Kami berterima kasih atas kepercayaan ini. Bantuan disalurkan langsung ke lokasi terdampak, termasuk wilayah yang masih berstatus zona berbahaya,” katanya.
Penyerahan bantuan logistik dan uang tunai kepada korban banjir bandang yang mengungsi di rumah singgah swadaya masyarakat di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin (29/12). Foto: Wahyu Sikumbang
Al Fatah menambahkan, hingga saat ini kondisi di Kabupaten Agam belum sepenuhnya pulih. Banjir bandang susulan masih terjadi di beberapa titik, sehingga kebutuhan dasar korban seperti logistik, selimut, dan perlengkapan darurat masih sangat mendesak. BPC pun membuka ruang kolaborasi lanjutan dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan terus mengalir kepada korban yang membutuhkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, medan distribusi bantuan masih dihadapkan pada cuaca yang belum stabil dan potensi banjir susulan. Meski demikian, kolaborasi antara PTPN IV Riau dan insan pers yang tergabung dalam BPC diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya kemanusiaan berkelanjutan dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatera Barat.
Editor : Wahyu Sikumbang
Artikel Terkait
